"Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih qurban"" (HR. Tirmidzi)
Menurut riwayat sejarah dalam ajaran Islam ibadah qurban pertama kali ada dan dilaksanakan adalah pada masa Nabi Adam As. Yang dilakukan oleh kedua putranya yakni Qabil dan Habil.
Keturunan Adam AS. yang lahir selalu kembar, diantaranya yakni Qabil dengan Iqlima dan Habil dengan Lubada. Maka Allah Ta'ala memerintahkan kepada nabi Adam As. untuk menikahkan anak-anaknya dengan cara bersilang. Yakni Qabil akan dinikahkan dengan saudari kembar Habil (Lubada), begitupun sebaliknya.
Namun karena Qabil menolak perintah tersebut, dengan alasan dia bersikukuh ingin dinikahkan dengan saudari kembarnya sendiri yakini Iqlima yang lebih cantik dari Lubada. Maka sesuai peritah Allah Ta'ala, Adam memerintahkan mereka berdua untuk melakukan upacara qurban. Dengan ketentuan bahwa qurban yang diterima maka dialah berhak akan dinikahkan dengan Iqlima.
Dengan hati yang terpaksa Qabil menyerahkan hasil kebunnya berupa buah-buahan dan sayur mayur. Sedangkan Habil dengan hati yang ikhlas dan penuh kepasrahan menyerahkan hasil ternaknya seekor domba.
Alhasil, Allah Ta'ala lebih memilih qurban yang merupakan harta Habil yang paling berharga dan diserahkan dengan penuh hati yang ikhlas. Sementara qurban Qabil yang diserahkan dengan hati terpaksa membuat qurbannya tidak bernilai di mata Allah Ta'ala. Habil lebih memahami tujuan dari ritual kurban tersebut adalah untuk memperoleh ridho Allah dengan dan kepasrahan kita sebagai hamba kepada sang khaliq Allah 'Azza wa Jalla.
Begitu juga pengurbanan Ibrahim AS, Ia harus menyerahkan putra satu-satunya yang mengisi hidupnya, menjadi inspirasi dan kekuatannya dalam berdakwah dalam menyampaikan ajaran yang hanif, untuk menunaikan perintah Allah Ta'ala.
Bagaimana mungkin Ibrahim AS akan mengurbankan buah hatinya, Ismail, dengan cara yang paling menyedihkan? Namun keteguhan hati Ibrahim, membuat pertanyaan itu menjadi tidak berarti. Hanya kecintaan, kepasrahan dan ketaqwaan Ibrahim kepada Allah 'Azza wa Jalla. Ia begitu yakin akan melaksanakan perintah tersebut.
Habil putra Adam AS dan Ibrahim AS memiliki kisah yang sama atas pengorbanan yang ekstrim sebagai peringatan seluruh umat muslim dalam mewujudkan serta mendapatkan cinta dari Allah Ta'ala.
Di sini jelas bahwa ritual Qurban atau korban adalah wujud kedekatan yang sangat dekat, seorang makhluk kepada Khaliq-nya, sekaligus pembuktian dari ikrarnya: "Qul inna shalaati wa nusukii wamahyaaya mamaati lillahi Rabbil 'aalamiin" (sungguh shalatku, pengorbananku, hidup dan matiku adalah milik Allah, Tuhan seluruh alam).
Qurban adalah cara Allah Ta'ala menguji kita untuk menjawab bahwa apa dan siapa dan sebenarnya yang menjadi orientasi atau tujuan hidup manusia. Apakah harta yang paling berharga atau kecintaan kepada Allah Ta' ala, dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi yang dilarang-Nya?
Qurban dan Persaudaraan Umat Muslim
Berat sekali ujian keimanan pada kehidupan seperti sekarang ini, pragmatisme menjadi fenomena sehari-hari. Merosotnya nilai-nilai Islam dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kalau dalam masyarakat, suara dan jeritan kaum fakir miskin dan rakyat jelata tampaknya semakin hari semakin terbaikan.
Mata hati kita mulai kabur dan hanya mampu melihat kehidupan yang gemerlap dengan kemewahan. Bahkan logika kita pun sudah tak sanggup memilah yang benar di antara yang salah. Segala sesuatu yang kita perbuat hanya untuk kepentingan kita sendiri dan kepedulian kita terhadap sesama pun sudah makin pudar.
Di perayaan Idul Adha saat ini, hendaknya menjadikan kita kembali kepada syariat untuk pensucian jiwa, membersihkan kotoran yang ada pada hati kita, sifat-sifat ananiyah atau individualistis dibersihkan melalui ibadah haji dan menyembelih kurban. Pesan tersirat dari dalam akhir kisah Ibrahim adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia.
Kepedulian sosial kita kepada sesama umat manusia melalui penyebarluasan daging kurban, hendaknya bukan hanya sekadar ritual semata, tetapi terealisasi dalam silahturahmi, hubungan persaudaraan sejati yang kita jalin antar sesama muslim. Rasa solidaritas sosial yang menjembatani kesenjangan sosial, apalagi dalam situasi yang tidak menguntungkan.
Dengan Qurban pun Allah Ta'ala mengajarkan kepada kita apakah kita memiliki kepedulian hanya untuk diri sendiri atau berbagi sesama makhluk ciptaan-Nya. Bukan hanya turut merasakan penderitaan mereka yang tertimpa ketidak beruntungan, tidak juga hanya berbagi sepotong daging qurban. Tetapi lebih dari itu, memberi kesempatan untuk meraih apa yang menjadi harapan mereka di masa mendatang.
jumrahonline
Friday, October 9, 2015
Thursday, August 27, 2015
by Unknown
11:16:00 PM
Kementerian Agama menjamin calon jamaah haji yang belum berangkat ke Tanah Suci akibat terkendala visa akan segera berangkat sebelumn Kelompok Penerbangan (Kloter) terakhir berangkat ke Jedah.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Sri Ilham Lubis mengungkapkan bila saat ini proses pembuatan visa sudah lancer dan hamper rampung seluruhnya “Pasti bisa berangkat, saya dengar saat ini proses visa sudah lancer,” ucap Sri di Makkah, Selasa (24/8/2015).
Keterlambatan keluarnya visa yang dikelola Kementerian Haji Arab Saudi saat ini dikarenakan adanya penerapan sistem baru berupa pendaftaran melalui e-hajj. Untuk mendapatkan visa pemerintah yang mengajukan pembuatan visa terlebih dahulu harus memenuhi persyaratan berupa jaminan pemondokan serta akomodasi lainnya termasuk transportasi, dan katering. Persyaratan seluruh paket yang ditentukan Kementerian Haji Arab Saudi tersebut barulah dimasukan ke dalam sistem e hajj.
“Setelah itu Kementerian Haji Arab Saudi memberikan persetujuan ke Kementerian Luar Negerinya untuk menyetujui pemberian visa bagi jamaah," ungkapnya.
Sistem e hajj yang baru dibangun tersebut tidak semulus yang direncanakan, akibatnya banyak calon jamaah yang tertunda keberangkatannya akibat belum keluarnya visa. Berbeda dengan sebelumnya, pengurusan visa haji cukup dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, sekarang visa terlebih dahulu harus melalui Kementerian Haji Arab Saudi dan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang terhubung secara online.
"Sebelumnya hanya terkoneksi secara online dengan Kementerian Luar Negeri. Jadi permintaan visa data jamaah itu kami masukan via website Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk mendapatkan visa dan itu terkoneksi secara online dengan kedutaan," jelasnya
Permasalahan visa haji bukan hanya terjadi di Indonesia saja, beberapa Negara yang mengirimkan jamaah haji mempunya kendala yang serupa seperti Thailand, Pakistan, dan Nigeria “Namun kendala kita lebih besar dari mereka karena jumlah jamaah haji kita yang terbesar," katanya.
tribunnews.com
SEMUA UPDATE PELAKSANAAN HAJI TERKINI, KLIK DISINI
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Sri Ilham Lubis mengungkapkan bila saat ini proses pembuatan visa sudah lancer dan hamper rampung seluruhnya “Pasti bisa berangkat, saya dengar saat ini proses visa sudah lancer,” ucap Sri di Makkah, Selasa (24/8/2015).
Keterlambatan keluarnya visa yang dikelola Kementerian Haji Arab Saudi saat ini dikarenakan adanya penerapan sistem baru berupa pendaftaran melalui e-hajj. Untuk mendapatkan visa pemerintah yang mengajukan pembuatan visa terlebih dahulu harus memenuhi persyaratan berupa jaminan pemondokan serta akomodasi lainnya termasuk transportasi, dan katering. Persyaratan seluruh paket yang ditentukan Kementerian Haji Arab Saudi tersebut barulah dimasukan ke dalam sistem e hajj.
“Setelah itu Kementerian Haji Arab Saudi memberikan persetujuan ke Kementerian Luar Negerinya untuk menyetujui pemberian visa bagi jamaah," ungkapnya.
Sistem e hajj yang baru dibangun tersebut tidak semulus yang direncanakan, akibatnya banyak calon jamaah yang tertunda keberangkatannya akibat belum keluarnya visa. Berbeda dengan sebelumnya, pengurusan visa haji cukup dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, sekarang visa terlebih dahulu harus melalui Kementerian Haji Arab Saudi dan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi yang terhubung secara online.
"Sebelumnya hanya terkoneksi secara online dengan Kementerian Luar Negeri. Jadi permintaan visa data jamaah itu kami masukan via website Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk mendapatkan visa dan itu terkoneksi secara online dengan kedutaan," jelasnya
Permasalahan visa haji bukan hanya terjadi di Indonesia saja, beberapa Negara yang mengirimkan jamaah haji mempunya kendala yang serupa seperti Thailand, Pakistan, dan Nigeria “Namun kendala kita lebih besar dari mereka karena jumlah jamaah haji kita yang terbesar," katanya.
tribunnews.com
SEMUA UPDATE PELAKSANAAN HAJI TERKINI, KLIK DISINI
Tuesday, July 21, 2015
by Unknown
12:37:00 AM
Mudik alias pulang kampung sudah menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan masyarakat Indonesia tiap jelang lebaran. Jutaan orang tiap tahunnya berbondong-bondong kembali ke kampung halaman dengan memanfaatkan berbagai macam transportasi mulai dari sepeda motor, mobil, bus, kereta api hingga pesawat terbang. Tujuannya hanya satu, ingin berkumpul dan berlebaran bersama keluarga.
Namun tahukah Anda, ternyata tradisi mudik tiap jelang Lebaran tak hanya ada di Indonesia. Mudik juga dilakukan oleh masyarakat di sejumlah negara. Negara mana saja?
Berikut ini beberapa negara di dunia yang memiliki tradisi mudik seperti Indonesia, yang dihimpun redaksi, Kamis 16 Juli 2015.
1. Malaysia
Negara tetangga Indonesia ini ternyata juga menerapkan tradisi mudik jelang Lebaran. Di Malaysia, tradisi mudik dikenal dengan nama 'balik kampong'. Masyarakat Malaysia melaksanakan 'balik kampong' tak hanya pada saat Lebaran, tetapi biasanya juga saat tahun baru Imlek.
2. Bangladesh
Sama halnya dengan Indonesia, tradisi mudik jelang hari raya Idul Fitri juga dimiliki Bangladesh yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam. Tak jauh berbeda dengan di Indonesia, beberapa hari sebelum Idul Fitri biasanya arus mudik di Bangladesh sudah mulai ramai. Orang-orang berbondong-bondong 'menyerbu' terminal bus, memadati stasiun kereta api hingga memilih mudik dengan perahu sungai.
3. India
Masyarakat India juga terbiasa melakukan mudik saat menjelang Lebaran. Orang-orang berbondong-bondong pulang kampung karena ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halamannya. Di samping mudik, masyarakat India bahkan memiliki tradisi perayaan Lebaran yang sama dengan di Indonesia, seperti saling mengirimkan makanan, bersilaturahmi, bersalam-salaman, dan membagikan sedekah.
4. Pakistan
Saat menjelang Lebaran, jutaan orang Pakistan pulang ke kampung halaman. Sama seperti di Indonesia, masyarakat Pakistan mudik karena ingin berkumpul dan berlebaran bersama keluarga dan sanak saudara. Sejak beberapa hari menjelang Idul Fitri, biasanya ribuan polisi dan kamera pengintai ditempatkan di berbagai lokasi ramai pemudik seperti di terminal bus, stasiun kereta api, dan bandara. Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran dan keamanan masyarakat yang mudik.
5. Mesir
Bagi masyarakat Mesir, Idul Fitri tidak dirayakan secara besar-besaran. Mereka menganggap Idul Fitri hanya sebagai Id el-Shogayar yang berarti 'Hari Raya Kecil'. Sementara perayaan secara besar-besaran justru dilakukan saat hari raya Idul Adha yang dianggap sebagai Idul Kabir atau 'Hari Raya Besar'. Namun tetap saja, pada kedua Hari Raya ini masyarakat Mesir melaksanakan tradisi mudik ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Di samping tradisi mudik, saat libur Lebaran biasanya banyak warga Mesir yang menghabiskan waktu dengan berkumpul di pinggiran Sungai Nil sambil mengenakan pakaian baru.
6. Arab Saudi
Tradisi mudik juga dilakukan oleh masyarakat Arab Saudi saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Selain mudik, saat menjelang Idul Fitri masyarakat Saudi juga sibuk menata rumah agar terlihat indah ketika dikunjungi tetangga atau keluarga saat Lebaran. Masyarakat di sana juga berlomba-lomba mempersiapkan berbagai makanan mahal dan lezat. Berbagai festival dan pertunjukan seni juga banyak digelar selama perayaan Idul Fitri.
7. Turki
Di Turki, mudik dikenal dengan istilah bayram. Masyarakat Turki juga terbiasa melakukan bayram tiap Idul Fitri untuk berkumpul dan bermaafan dengan keluarga. Setelah berkumpul dengan keluarga, biasanya akan dilanjutkan dengan tradisi berziarah dan tabur bunga ke makam orangtua atau keluarga. Kegiatan mengunjungi makam keluarga di Turki dilakukan secara besar-besaran dan ditandai dengan maraknya kemunculan pasar bunga di beberapa daerah di negara tersebut.
8. Nigeria
Tradisi mudik di Nigeria dilakukan saat menjelang Idul Fitri yang ditetapkan sebagai hari libur nasional selama 2 hari. Banyak umat Muslim Nigeria yang pulang ke kampung halamannya masing-masing untuk mengunjungi keluarga serta berziarah ke makam keluarga.
dream.co.id
Namun tahukah Anda, ternyata tradisi mudik tiap jelang Lebaran tak hanya ada di Indonesia. Mudik juga dilakukan oleh masyarakat di sejumlah negara. Negara mana saja?
Berikut ini beberapa negara di dunia yang memiliki tradisi mudik seperti Indonesia, yang dihimpun redaksi, Kamis 16 Juli 2015.
1. Malaysia
Negara tetangga Indonesia ini ternyata juga menerapkan tradisi mudik jelang Lebaran. Di Malaysia, tradisi mudik dikenal dengan nama 'balik kampong'. Masyarakat Malaysia melaksanakan 'balik kampong' tak hanya pada saat Lebaran, tetapi biasanya juga saat tahun baru Imlek.
2. Bangladesh
Sama halnya dengan Indonesia, tradisi mudik jelang hari raya Idul Fitri juga dimiliki Bangladesh yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam. Tak jauh berbeda dengan di Indonesia, beberapa hari sebelum Idul Fitri biasanya arus mudik di Bangladesh sudah mulai ramai. Orang-orang berbondong-bondong 'menyerbu' terminal bus, memadati stasiun kereta api hingga memilih mudik dengan perahu sungai.
3. India
Masyarakat India juga terbiasa melakukan mudik saat menjelang Lebaran. Orang-orang berbondong-bondong pulang kampung karena ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halamannya. Di samping mudik, masyarakat India bahkan memiliki tradisi perayaan Lebaran yang sama dengan di Indonesia, seperti saling mengirimkan makanan, bersilaturahmi, bersalam-salaman, dan membagikan sedekah.
4. Pakistan
Saat menjelang Lebaran, jutaan orang Pakistan pulang ke kampung halaman. Sama seperti di Indonesia, masyarakat Pakistan mudik karena ingin berkumpul dan berlebaran bersama keluarga dan sanak saudara. Sejak beberapa hari menjelang Idul Fitri, biasanya ribuan polisi dan kamera pengintai ditempatkan di berbagai lokasi ramai pemudik seperti di terminal bus, stasiun kereta api, dan bandara. Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran dan keamanan masyarakat yang mudik.
5. Mesir
Bagi masyarakat Mesir, Idul Fitri tidak dirayakan secara besar-besaran. Mereka menganggap Idul Fitri hanya sebagai Id el-Shogayar yang berarti 'Hari Raya Kecil'. Sementara perayaan secara besar-besaran justru dilakukan saat hari raya Idul Adha yang dianggap sebagai Idul Kabir atau 'Hari Raya Besar'. Namun tetap saja, pada kedua Hari Raya ini masyarakat Mesir melaksanakan tradisi mudik ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Di samping tradisi mudik, saat libur Lebaran biasanya banyak warga Mesir yang menghabiskan waktu dengan berkumpul di pinggiran Sungai Nil sambil mengenakan pakaian baru.
6. Arab Saudi
Tradisi mudik juga dilakukan oleh masyarakat Arab Saudi saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Selain mudik, saat menjelang Idul Fitri masyarakat Saudi juga sibuk menata rumah agar terlihat indah ketika dikunjungi tetangga atau keluarga saat Lebaran. Masyarakat di sana juga berlomba-lomba mempersiapkan berbagai makanan mahal dan lezat. Berbagai festival dan pertunjukan seni juga banyak digelar selama perayaan Idul Fitri.
7. Turki
Di Turki, mudik dikenal dengan istilah bayram. Masyarakat Turki juga terbiasa melakukan bayram tiap Idul Fitri untuk berkumpul dan bermaafan dengan keluarga. Setelah berkumpul dengan keluarga, biasanya akan dilanjutkan dengan tradisi berziarah dan tabur bunga ke makam orangtua atau keluarga. Kegiatan mengunjungi makam keluarga di Turki dilakukan secara besar-besaran dan ditandai dengan maraknya kemunculan pasar bunga di beberapa daerah di negara tersebut.
8. Nigeria
Tradisi mudik di Nigeria dilakukan saat menjelang Idul Fitri yang ditetapkan sebagai hari libur nasional selama 2 hari. Banyak umat Muslim Nigeria yang pulang ke kampung halamannya masing-masing untuk mengunjungi keluarga serta berziarah ke makam keluarga.
dream.co.id
by Unknown
12:13:00 AM
Malam yang dikisahkan di dalam Surat Al Qadr, Alquran, ini disebut lebih baik dari seribu bulan.
Lailatul Qadar adalah satu malam khusus yang terjadi pada bulan Ramadhan. Ayat Alquran yang pertama diyakini diturunkan pada malam ini. Malam yang dikisahkan di dalam Surat Al Qadr, Alquran, ini disebut lebih baik dari seribu bulan.
Kapan malam mulia itu tiba, tak ada yang tahu pasti. Namun menurut beberapa hadis, Lailatul Qadr jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan, tepatnya pada salah satu malam ganjil, yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29.
Hikmah malam ini dirahasiakan oleh Allah agar umat Islam rajin beribadah di sepanjang malam, khususnya di sepuluh malam yang terakhir bulan Ramadhan. Dan beberapa tips berikut mungkin bisa dijadikan pegangan agar kita bisa mendapat kemuliaan Lailatul Qadar:
1. Tidur singkat di sore hari untuk memberikan tubuh kekuatan saat melakukan shalat malam.
2. Berbuka puasa dengan makanan ringan. Makan terlalu banyak akan menguras energi tubuh dan membuat Anda merasa berat, lamban, dan mengantuk. Anda tentu tak ingin kondisi tersebut menghalangi niat Anda mencari kemuliaan Lailatul Qadar.
3. Punya niat kuat dalam hati untuk bertobat dari dosa-dosa; baik itu fitnah, melupakan shalat, durhaka kepada orang tua, atau dosa lainnya. Buat komitmen untuk berhenti dari kebiasaan buruk.
4. Meminta pengampunan kepada Allah. Termasuk minta agar dosa-dosa Anda dan orang tua, pasangan, saudara, anak, guru, mertua, teman-teman, dan semua umat Islam diampuni Allah.
5. Salah satu kebiasaan Rasulullah adalah menyuruh istri dan sahabatnya mengucapkan doa ini pada 10 malam terakhir Ramadhan, "Ya Allah, Engkau maha mengampuni dan Engkau suka mengampuni, jadi ampunilah saya."
6. Lebih fokus pada kualitas daripada kuantitas. Lebih baik berdoa 6 rakaat sepenuh hati dan dengan kesadaran dan kerinduan untuk pengampunan Allah daripada berdoa 24 rakaat tapi dilakukan buru-buru, sambil pikiran melayang ke mana-mana.
7. Hindari berdebat dan bertengkar, dan mengampuni mereka yang telah menganiaya Anda. Sekarang adalah waktu untuk menghilangkan dendam Anda yang mungkin telah tersimpan selama ini.
8. Berhati-hatilah dengan ucapan, yang sering menjadi sumber dari perbuatan buruk. Saat berbicara dengan sahabatnya, Rasulullah memegang lidahnya dan berkata, "Jaga terus ini."
9. Memiliki keyakinan dan percaya bahwa Allah akan menjawab doa dan meringankan penderitaan Anda, tidak peduli apa pun jenis penderitaan itu.
10. Ketika shalat, saat sujud, lakukan selama mungkin. Ketika dalam posisi ini, tingkatkan doa kepada Allah. Rasulullah berkata, "seorang hamba yang paling dekat kepada Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud." (Sahih Muslim).
11. Menggunakan waktu Anda dengan bijak. Pada 10 malam terakhir Ramadhan setiap waktu begitu berharga, jadi jangan buang mereka dengan ngobrol yang tidak berguna, memeriksa update media sosial, menonton TV, atau belanja.
12. Terus beribadah di setiap 10 malam terakhir Ramadhan dengan shalat, membaca Alquran, berdzikir.
13. Jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah atas segala yang diberikan dan diambil.
14. Meminta maaf kepada orang-orang yang mungkin Anda marahi atau sakiti, baik sengaja atau tidak sengaja.
Sumber : dream.co.id
Lailatul Qadar adalah satu malam khusus yang terjadi pada bulan Ramadhan. Ayat Alquran yang pertama diyakini diturunkan pada malam ini. Malam yang dikisahkan di dalam Surat Al Qadr, Alquran, ini disebut lebih baik dari seribu bulan.
Kapan malam mulia itu tiba, tak ada yang tahu pasti. Namun menurut beberapa hadis, Lailatul Qadr jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan, tepatnya pada salah satu malam ganjil, yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29.
Hikmah malam ini dirahasiakan oleh Allah agar umat Islam rajin beribadah di sepanjang malam, khususnya di sepuluh malam yang terakhir bulan Ramadhan. Dan beberapa tips berikut mungkin bisa dijadikan pegangan agar kita bisa mendapat kemuliaan Lailatul Qadar:
1. Tidur singkat di sore hari untuk memberikan tubuh kekuatan saat melakukan shalat malam.
2. Berbuka puasa dengan makanan ringan. Makan terlalu banyak akan menguras energi tubuh dan membuat Anda merasa berat, lamban, dan mengantuk. Anda tentu tak ingin kondisi tersebut menghalangi niat Anda mencari kemuliaan Lailatul Qadar.
3. Punya niat kuat dalam hati untuk bertobat dari dosa-dosa; baik itu fitnah, melupakan shalat, durhaka kepada orang tua, atau dosa lainnya. Buat komitmen untuk berhenti dari kebiasaan buruk.
4. Meminta pengampunan kepada Allah. Termasuk minta agar dosa-dosa Anda dan orang tua, pasangan, saudara, anak, guru, mertua, teman-teman, dan semua umat Islam diampuni Allah.
5. Salah satu kebiasaan Rasulullah adalah menyuruh istri dan sahabatnya mengucapkan doa ini pada 10 malam terakhir Ramadhan, "Ya Allah, Engkau maha mengampuni dan Engkau suka mengampuni, jadi ampunilah saya."
6. Lebih fokus pada kualitas daripada kuantitas. Lebih baik berdoa 6 rakaat sepenuh hati dan dengan kesadaran dan kerinduan untuk pengampunan Allah daripada berdoa 24 rakaat tapi dilakukan buru-buru, sambil pikiran melayang ke mana-mana.
7. Hindari berdebat dan bertengkar, dan mengampuni mereka yang telah menganiaya Anda. Sekarang adalah waktu untuk menghilangkan dendam Anda yang mungkin telah tersimpan selama ini.
8. Berhati-hatilah dengan ucapan, yang sering menjadi sumber dari perbuatan buruk. Saat berbicara dengan sahabatnya, Rasulullah memegang lidahnya dan berkata, "Jaga terus ini."
9. Memiliki keyakinan dan percaya bahwa Allah akan menjawab doa dan meringankan penderitaan Anda, tidak peduli apa pun jenis penderitaan itu.
10. Ketika shalat, saat sujud, lakukan selama mungkin. Ketika dalam posisi ini, tingkatkan doa kepada Allah. Rasulullah berkata, "seorang hamba yang paling dekat kepada Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud." (Sahih Muslim).
11. Menggunakan waktu Anda dengan bijak. Pada 10 malam terakhir Ramadhan setiap waktu begitu berharga, jadi jangan buang mereka dengan ngobrol yang tidak berguna, memeriksa update media sosial, menonton TV, atau belanja.
12. Terus beribadah di setiap 10 malam terakhir Ramadhan dengan shalat, membaca Alquran, berdzikir.
13. Jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah atas segala yang diberikan dan diambil.
14. Meminta maaf kepada orang-orang yang mungkin Anda marahi atau sakiti, baik sengaja atau tidak sengaja.
Sumber : dream.co.id
by Unknown
12:01:00 AM
Meski bukan negeri dengan mayoritas penduduk Muslim, Korea Selatan ternyata menyimpan begitu banyak cerita menarik seputar pelaksanaan bulan Ramadan. Ingin tahu seperti apa? Berikut ulasannya.
Masjid ramai
Masjid-masjid di Korea Selatan akan sangat ramai dikunjungi orang ketika Ramadan lantaran jumlah masjid di negara ini belum terlalu banyak. Menariknya, saat Ramadan warga nonmuslim pun ada yang datang mengunjungi masjid. Masjid yang paling ramai adalah Masjid Central di Seoul. Saat pelaksanaan tarawih, jamaah di masjid ini biasanya membludak hingga ke luar gedung.
Restoran tetap buka
Saat bulan Ramadan, umumnya tiap restoran atau warung makan di Indonesia tutup saat siang hari untuk menghormati umat Muslim yang berpuasa. Berbeda halnya dengan Korea. Di Korea, tiap restoran, kafe atau warung makan akan tetap buka sepanjang hari, mengingat mayoritas penduduk negara itu beragama non-Islam.
Kurang tahu soal Ramadan
Ternyata, sebagian besar warga Korea tak terlalu tahu atau paham tentang bulan Ramadan. Adapula sebagian warga yang tahu tetapi kerap kali merasa heran mengapa umat Muslim mampu tidak makan dan minum selama berminggu-minggu.
Sayembara di masjid
Setiap hari Jumat di bulan Ramadan, Korean Muslim Federation (KMF) menggelar sayembara MTQ di masjid utama Seoul. Sayembara tersebut terbuka untuk siapa pun dan dari negara mana pun. Acara ini digelar secara rutin setiap tahunnya.
Kuliner Indonesia
Karena ada begitu banyaknya pendatang dari Indonesia yang tinggal di Korea, selama Ramadan biasanya KBRI Indonesia mengadakan buka puasa bersama yang rutin digelar setiap Sabtu. Beragam makanan khas Indonesia dapat dinikmati dalam acara tersebut, mulai dari kolak, cendol, sop buah, gorengan, dan sebagainya.
Yang menarik, acara ini ternyata tak hanya diperuntukkan bagi warga Indonesia yang tinggal di sana, tetapi terbuka bagi siapa saja yang ingin mencicipi hidangan khas Indonesia.
(Berbagai Sumber)
Masjid ramai
Masjid-masjid di Korea Selatan akan sangat ramai dikunjungi orang ketika Ramadan lantaran jumlah masjid di negara ini belum terlalu banyak. Menariknya, saat Ramadan warga nonmuslim pun ada yang datang mengunjungi masjid. Masjid yang paling ramai adalah Masjid Central di Seoul. Saat pelaksanaan tarawih, jamaah di masjid ini biasanya membludak hingga ke luar gedung.
Restoran tetap buka
Saat bulan Ramadan, umumnya tiap restoran atau warung makan di Indonesia tutup saat siang hari untuk menghormati umat Muslim yang berpuasa. Berbeda halnya dengan Korea. Di Korea, tiap restoran, kafe atau warung makan akan tetap buka sepanjang hari, mengingat mayoritas penduduk negara itu beragama non-Islam.
Kurang tahu soal Ramadan
Ternyata, sebagian besar warga Korea tak terlalu tahu atau paham tentang bulan Ramadan. Adapula sebagian warga yang tahu tetapi kerap kali merasa heran mengapa umat Muslim mampu tidak makan dan minum selama berminggu-minggu.
Sayembara di masjid
Setiap hari Jumat di bulan Ramadan, Korean Muslim Federation (KMF) menggelar sayembara MTQ di masjid utama Seoul. Sayembara tersebut terbuka untuk siapa pun dan dari negara mana pun. Acara ini digelar secara rutin setiap tahunnya.
Kuliner Indonesia
Karena ada begitu banyaknya pendatang dari Indonesia yang tinggal di Korea, selama Ramadan biasanya KBRI Indonesia mengadakan buka puasa bersama yang rutin digelar setiap Sabtu. Beragam makanan khas Indonesia dapat dinikmati dalam acara tersebut, mulai dari kolak, cendol, sop buah, gorengan, dan sebagainya.
Yang menarik, acara ini ternyata tak hanya diperuntukkan bagi warga Indonesia yang tinggal di sana, tetapi terbuka bagi siapa saja yang ingin mencicipi hidangan khas Indonesia.
(Berbagai Sumber)
Subscribe to:
Posts (Atom)









